HARI KEDUA DI SLB ITU MENYENANGKAN
Agustus 23, 2012Hari kedua saya menemani adik di sekolah ternyata lebih menyenangkan. Diawali dari pagi hari, Arif membonceng motor saya dengan cara yang lebih baik. Karena badannya yang terlampau besar, dengan berat lebih dari 70 kg. Saya memasang standar motor saya. Baru saya persilakan ia naik ke motor saya. Kemudian, setelah kira-kira stabil, saya melepas standar dan menancap gas ke sekolah.
Hari kedua merupakan hari non efektif untuk kegiatan belajar mengajar. Dalam 3 hari masih dilaksanakan MOS (Masa Orientasi Siswa). MOS ini diikuti oleh siswa peralihan dari SD ke SMP, atau SMP ke SMA. Kalau saya lihat, mayoritas pesertanya merupakan tunawicara. Jadi hebat bagi pemandunya dalam hal berkomunikasi. Panitianya sendiri merupakan pengurus OSIS gabungan. Memang agak rancu, jika dilihat secara langsung, panitia yang terlibat ada yang mengenakan seragam putih-biru dan putih-abu-abu. But, let's enjoy. Di sekolah ini memang segalanya berjalan apa adanya dan serba maklum.
Peserta memakai tas yang terbuat dari tas plastik besar. Ternyata eh ternyata, plastik ini digunakan untuk kegiatan membersihkan halaman sekolah. Kebetulan halaman sekolah sedang kotor akibat ditinggal liburan oleh penghuninya. Jadi seluruh peserta MOS diberi tugas membersihkan sampah plastik di sekitar halaman. Sementara, semua orang yang menganggur, baik murid kelas 1-6, 2-3 SMP dan 2-3 SMA beserta guru, orangtua murid turut serta kerja bakti. Ternyata, di sekolah ini semua pihak bahu-membahu memberikan contoh yang baik kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Tidak seperti di sekolah reguler kan? Dimana guru tinggal memerintah muridnya untuk kerja bakti.
Adik saya tipikal anak yang pendiam dan penurut. Alhamdulillah, saya tidak mengalami banyak hambatan ketika menemaninya. Saya cukup diam di luar kelas. Memberikan camilan dan minuman ketika waktu istirahat tiba. Menuruti kata guru tentang apapun yang harus dilakukan Arif saat di sekolah. Dan alhamdulillah lagi, saya tidak terjatuh lagi saat Arif membonceng motor saya saat pulang tiba.
Klik SLB Negeri Salatiga untuk info lebih lanjut
Hari kedua merupakan hari non efektif untuk kegiatan belajar mengajar. Dalam 3 hari masih dilaksanakan MOS (Masa Orientasi Siswa). MOS ini diikuti oleh siswa peralihan dari SD ke SMP, atau SMP ke SMA. Kalau saya lihat, mayoritas pesertanya merupakan tunawicara. Jadi hebat bagi pemandunya dalam hal berkomunikasi. Panitianya sendiri merupakan pengurus OSIS gabungan. Memang agak rancu, jika dilihat secara langsung, panitia yang terlibat ada yang mengenakan seragam putih-biru dan putih-abu-abu. But, let's enjoy. Di sekolah ini memang segalanya berjalan apa adanya dan serba maklum.
Peserta memakai tas yang terbuat dari tas plastik besar. Ternyata eh ternyata, plastik ini digunakan untuk kegiatan membersihkan halaman sekolah. Kebetulan halaman sekolah sedang kotor akibat ditinggal liburan oleh penghuninya. Jadi seluruh peserta MOS diberi tugas membersihkan sampah plastik di sekitar halaman. Sementara, semua orang yang menganggur, baik murid kelas 1-6, 2-3 SMP dan 2-3 SMA beserta guru, orangtua murid turut serta kerja bakti. Ternyata, di sekolah ini semua pihak bahu-membahu memberikan contoh yang baik kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Tidak seperti di sekolah reguler kan? Dimana guru tinggal memerintah muridnya untuk kerja bakti.
Adik saya tipikal anak yang pendiam dan penurut. Alhamdulillah, saya tidak mengalami banyak hambatan ketika menemaninya. Saya cukup diam di luar kelas. Memberikan camilan dan minuman ketika waktu istirahat tiba. Menuruti kata guru tentang apapun yang harus dilakukan Arif saat di sekolah. Dan alhamdulillah lagi, saya tidak terjatuh lagi saat Arif membonceng motor saya saat pulang tiba.
Klik SLB Negeri Salatiga untuk info lebih lanjut

0 komentar